ROOM PENGETAHUAN

Cerita tentang Arti Mimpi

Room Cerita,


Berbagi Info dari Blog : Zizzau 


Cerita-Tentang-Arti-Mimpi

mimpi tidur itu merupakan sebuah hiasan disaat kita tertidur, namun terkadang banyak juga orang yang memang tidak bermimpi ketika tertidur, entah itu karena kelelahan. Karena memang jika tubuh sudah mulai terasa letih dan lesu maka tidur adalah jalan yang dilakukan oleh banyak orang., Berbicara tentang mimpi, terkadang ada dua bagian dalam mimpi, yaitu adanya mimpi indah ataupun mimpi buruk. Biasanya jika kita bermimpi indah maka perasaan saat terbangun pun menjadi riang, namun jika yang datang adalah mimpi buruk, keseharian pun akan tergannggu karena terus dihantui oleh mimpi buruk yang datang.

Selain dikatakan sebagai sebuah bunga tidur, terkadang banyak orang juga uyang mempercayai bahwa mimpi adalah sebuah bayanngan akan suatu hal yang pernah terjadi atau bahkan hal yang nantinya akan terjadi. Dari situlah banyak orang yang mulai mencari Arti Mimpi, agar nantinya bisa mengartikan dari mimpi yang telah diingat hingga hal-hal yang nantinya bisa terjadi. Karena memang masyarakat Indonesia banyak yang beranggapan bahwa mimpi merupakan jembatan untuk apa yang akan terjadi dan yang akan dialami oleh seseorang tersebut.
Arti Mimpi, tentunya saat ini sudah tidak asing lagi dengan yang namanya primbon, dimana disitu lebih sering ditemukan tentang berbagai macam Arti Mimpi, dan mungkin para pembaca semua adalah termasuk orang yang ingin mengetahui tentang kumpulan Arti Mimpi. Hari ini kami pun akan memberikan kumpulan Arti Mimpi untuk para pembaca semuanya. Dan mungkin ini bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi banyak orang, langsung saja disimak kumpulan Arti Mimpi dibawah ini.


  • Mimpi berkelahi dengan seseorang tapi kalah: Akan mendapat malu.
  • Mimpi berjualan di pasar: Pertanda jelek, karena kita akan mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan.
  • Mimpi berjalan melalui banyak duri: Akan mengalami suatu kegagalan terhadap apa yang selama ini kita inginkan.
  • Mimpi diberi anak: Akan mendapat harta.
  • Mimpi berjalan dijembatan berbatu: Akan mendapatkan keselamatan.
  • Mimpi berjalan sangat jauh: Akan mendapatkan umur panjang.
  • Mimpi berjalan di jalan yang memiliki dua arah: Akan mengalami kerugian.
  • Mimpi bertengkar dengan atasan: Akan mendapat sanjungan dari Bos.
  • Mimpi melihat suami istri bertengkar: Akan mengalami penurunan dalam kesehatan.
  • Mimpi melerai orang yang sedang bertengkar: Akan dimintai pendapat oleh orang untuk memecahkan suatu persoalan.
  • Mimpi bertengkar dengan orang lain: Akan mendapat sambutan yang hangat sekali dari kekasih.
  • Mimpi melihat bulan purnama: Akan mendapat keuntungan yang besar sekali.
  • Mimpi melihat rembulan jatuh: Akan mengalami kesusahan.
  • Mimpi melihat burung kuntul: Akan selalu salah dalam bicara. Oleh sebab itu harus berhati-hati ketika berbicara dengan orang lain.
  • Mimpi memegang burung merpati: Akan mendapat kabar atau berita .
  • Mimpi mendengar suara burung berkicau: Akan mendapatkan uang.
  • Mimpi melihat burung kenari yang bernyanyi di sangkar: Akan merasakan kebahagiaan.
  • Mimpi melihat burung gereja: Akan merencanakan sebuah usaha.
  • Mimpi melihat burung perkutut: Akan mendapatkan seorang anak yang baik budi pekertinya.
  • Mimpi melihat bintang menyinari kita: Akan naik pangkat.
  • Mimpi melihat bintang jatuh: Akan mendapat berkah dari Tuhan.
  • Mimpi melihat bintang kemukus jatuh di rumah kita: Akan mendapat kebahagiaan.
  • Mimpi ada buaya masuk rumah: Akan mendapat keuntungan.
  • Mimpi melihat buaya: Ada orang yang diam-diam akan mencelakakan kita.
  • Mimpi melihat buaya masuk ke kali: Akan memperoleh kesuksesan.
  • Mimpi membagi-bagikan bunga pada teman: Akan berpisah dengan teman.
  • Mimpi melihat bermacam-macam bunga: Akan merasakan kebahagiaan.
  • Mimpi melihat ada darah di ranjang: Akan mengalami kesusahan.
  • Mimpi melihat ada darah: Akan merasakan sesuatu yang sangat lezat.
  • Mimpi diberi dompet oleh seseorang yang tak dikenal: Akan mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas.
  • Mimpi menemukan dompet kosong: Akan mendapatkan berita yang sebenarnya kita tak ingin mendengarnya lagi.
  • Mimpi melihat dompet yang berisi penuh uang: Akan mendapat kebahagiaan.
  • Mimpi melihat orang berdasi: Akan mendapatkan keberuntungan .
  • Mimpi memakai dasi: Akan menderita penyakit.
  • Mimpi memberi gaji/upah pada istri/suami: Akan mendapat kepercayaan dalam hal cinta kasih.
  • Mimpi mendapat gaji: Akan mendapat kepercayaan dari atasan.
  • Mimpi melihat bos membagi-bagikan gaji pada teman-teman: Akan mendapat job/tugas baru.
  • Mimpi memberikan gaji pada pegawai: Akan disenangi oleh teman-teman.
  • Mimpi menolong orang yang terkena gempa: Akan mengalami keberuntungan dalam usaha.
  • Mimpi merasa ada gempa: Akan pindah dari tempat tugas semula.
  • Mimpi ada salah satu gigi tanggal: Akan ada salah seorang keluarga yang meninggal.
  • Mimpi sakit gigi sambil menangis: Akan mendapatkan halangan.
  • Mimpi melihat gunung meletus: Akan mendapatkan kedudukan terhormat.
  • Mimpi menaiki gunung yang terjal sekali dan mencapai puncak: Akan mencapai kemajuan dalam usaha.
  • Mimpi bertemu guru: Akan mendapat karunia.
  • Mimpi tengah berguru: Akan memperoleh ilmu yang baik.
  • Mimpi melihat gerhana matahari atau bulan: Akan mengalami kegagalan.
  • Mimpi melihat gajah masuk ke rumah: Akan naik pangkat.
  • Mimpi melihat gajah: Akan mendapat pujian dari orang berpangkat.
  • Mimpi melihat gajah keluar dari rumah: Akan kedatangan tamu orang terhormat.
  • Mimpi dikejar-kejar hantu: Akan menemukan kesalahan sendiri.
  • Mimpi berbicara dengan hantu: Akan berhasil dalam mencapai sesuatu.
  • Mimpi diadili oleh hakim: Akan terhindar dari fitnah.
  • Mimpi menjadi hakim: Akan memperoleh kedudukan yang tinggi.
  • Mimpi melihat harimau memasuki rumah namun kemudian kembali: Akan mengalami percintaan yang tidak abadi.
  • Mimpi dikejar-kejar harimau: Akan mendapatkan keberuntungan karena secepatnya mendapatkan jodoh.
  • Mimpi menembak harimau: Akan mendapat rejeki yang banyak.
  • Mimpi melihat hidangan yang beraneka macam: Akan mencapai kebahagiaan dalam hidup.
  • Mimpi sedang menikmati hidangan: Akan mendapatkan rejeki.
  • Mimpi melihat hujan dari jauh: Akan menemukan kesusahan.
  • Mimpi melihat ada orang kehujanan: Akan mendapat kesusahan.
  • Mimpi kehujanan disertai angin ribut: Akan mendapatkan sesuatu yang melezatkan.
  • Mimpi melihat hujan buah-buahan: Akan menjadi pemimpin dari orang yang berbuat jahat.
  • Mimpi melihat hujan salju: Ada musuh yang datang namun ia akan mengalami kebinasaan.
  • Mimpi melihat hujan yang sangat lebat: Akan sakit.
  • Mimpi melihat hujan yang berhentinya lama sekali: Akan sakit yang sembuhnya lama sekali.
  • Mimpi berada di sekitar istana: Akan segera berjumpa dengan orang terhormat.
  • Mimpi berada di dalam istana: Akan mendapat kesenangan dan kebahagiaan.
  • Mimpi berpesan kepada ibu: Akan mendapat derajat yang tinggi.
  • Mimpi melihat ibu: Akan mendapat kebahagiaan.
  • Mimpi membuat sebuah jembatan: Akan tercapai dalam mengejar cita-cita.
  • Mimpi melalui jembatan: Pertanda derajat kita akan naik.
  • Mimpi menaiki perahu dan melalui jembatan: Akan melakukan sesuatu dengan hasil yang memuaskan.
  • Mimpi turun ke jurang: Akan kekurangan rejeki dan tidak akan naik pangkat.
  • Mimpi menggali jurang: Akan mendapat masalah. Oleh sebab itu kita harus hati-hati berbicara dengan orang lain.
  • Mimpi merasa berduaan dengan suami/istri: Akan berhasil dalam melakukan sesuatu.
  • Mimpi di kamar kita banyak orang: Pertanda kita harus sabar karena akan ada banyak orang yang akan mengejek kita.
  • Mimpi berada di dalam kamar mewah: Akan mendapat sesuatu yang diinginkan.
  • Mimpi berduaan di dalam kamar: Akan mendapatkan hal-hal kecil tapi bermasalah.
  • Mimpi diberi kalung oleh seseorang: Akan mendapat keuntungan.
  • Mimpi membeli kalung di toko: Akan menjadi orang yang berbudi luhur.
  • Mimpi menemukan kalung di jalan: Akan dicelakai oleh orang lain.
  • Mimpi menaiki jurang: Akan segera naik pangkat.
  • Mimpi meninggalkan sebuah kapal: Akan mengalami bahaya.
  • Mimpi melihat ada kapal berlayar: Akan segera mendapatkan pekerjaan.
  • Mimpi melihat ada orang naik kapal: Akan mendapat keberuntungan.
  • Mimpi berada dalam sebuah kapal: Akan berhasil dalam membina bahtera rumah tangga.
  • Mimpi membeli sebuah kapal: Usaha yang kita tekuni akan berkembang dengan pesat.
  • Mimpi melihat kancing terjatuh: Akan mengalami rintangan. Maka harus berhati-hati dalam melakukan atau memutuskan sesuatu.
  • Mimpi memsang kancing baju: Pertanda kita harus memperbaiki kesalahan.
  • Mimpi merasa kehilangan kancing: Akan mendapat teguran dari apa yang kita kerjakan.
Dari kumpulan Arti Mimpi diatas memang sepertinya sedikit-sedikit ada yang berhubungan dengan mimpi yang mungkin dialami oleh para pembaca semuanya. Dan untuk masalah kepercayaan itu akan kembali lagi kepada diri masing-masing yang menjalankannya, karena memang hidupn itu tentu tidak harus berdasarkan dengan mimpi, tapi harus berdasarkan dengan usaha dan juga keyakinan.




Cerita Pangeran Biawak - Cerita Kalimantan

Room Cerita Rakyat,


Berbagi Info dari Blog : Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia

Cerita-Kalimantan-Cerita-Pangeran-biawak

Dahulu di pedalaman Kalimantan ada sebuah kerajaan. Rakyat kerajaan itu hidup dengan kemakmuran yang melimpah, tentram dan damai karena kerajaan itu diperintah oleh seorang raja yang adil dan bijaksana.
Raja mempunyai 7 orang putri, Semuanya belum bersuami. Lalu raja mengadakan sayembara. Barang siapa dapat membangun istana megah di seberang sungai maka merekalah yang akan beroleh kesempatan menjadi menantunya.
Pengumuman pun disebar ke pelosok negeri. Hasilnya luar biasa. Ada enam orang pemuda yang menyanggupi permintaan raja. Keenam pemuda itu bekerja keras siang dan malam, hasilnya luar biasa. Dalam tempo yang tidak terlalu lama berdirilah sebuah istana yang megah di seberang sungai, lengkap dengan isinya dan tanah lapang yang mengelilinginya.
Karena istana tersebut letaknya berada di seberang sungai. Raja mengadakan sayembara kembali untuk dibuatkan jembatan agar orang yang hendak ke sana tidak usah naik perahu cukup berjalan kaki saja. Namun sungguh aneh hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu tidak ada seorangpun yang menyanggupi sayembara itu.
Tiba-tiba entah darimana datangnya ada seorang nenek tua dan seekor biawak hadir di ruang persidangan.
"Hamba meminang putri Paduka untuk anak hamba.""Apa?" teriak sang Raja kaget."Benar Paduku, biarpun kami berasal dari keluarga miskin kami sanggup mengikuti sayembara itu?" kata perempuan tua itu dengan mantap."Oh, ya tidak masalah." kata Raja." sayembara ini terbuka untuk siapa saja. Kaya miskin, tampan jelek tidak masalah, kamu tidak memandang rupa.""Benarkah Paduka tidak mamandang rua?"
"Benar ucapanku adalah jaminan. Pantang bagi raja menjilat ludah sendiri." sang raj menegaskan." Tetapi perlu kau ingat bila anakmu gagal maka akan diberi hukuman pancung!""Nah, anakku Kau sudah mendengar sendiri perkataan sang raj tadi."Tak disangka biawak yang diajak bicara adalah tidak lain anaknya sendiri.
Semua orang yang berada di ruang persidangan menjadi kaget. Tidak disangka jika anak yang dimaksud perempuan tua itu adalah biawak itu. Mereka semua mengira bahwa anaknya berada di rumah.
Sepeninggal nenek tua lalu raja memanggil tujuh orang putrinya untuk diajak bermusyawarah. Masing-masing ditanya satu-satu siapa yang mau dipinang oleh seekor biawak. Enam putri menolak mentah-mentah tinggal satu orang putri yang belum menjawab yaitu si putri bungsu. Kini sang ibu permaisuri menegaskan untuk bertanya kembali. Si putri bingsu itu langsung menjawab "Ucapan raja pantang ditarik kembali. Demi kehoramatan ayahanda selaku raja negeri ini, saya sanggup menerima pinangan Biawak itu."Permaisuri langsung jatuh pingsan karena jawaban dari putri bungsu tersebut. Keenam putri yang lain malah terheran-heran. Keesokan harinya semua orang kaget ternyata biawak itu sudah menyelesaikan pekerjaannya bahkan dia mampu menyelesaikannya hanya dalam tempo kuarng dari satu malam.
Rajapun kemudian menepati janjinya untuk disandingkan dengan calon menantunya. Keenam pasangan tersebut terlihat serasi kecuali hanya satu pasang saja yaitu putri bungsu yang cantik bersanding dengan seekor biawak.
Pada saat malam hari tiba,Keenam pasangan tersebut terdengar canda dan tawa. Namun hanya kamar putri bungsu saja yang tidak terdengar canda ria seperti hal yang lain. Ketika malam semakin larut Putri bungsu semakin mengantuk, Biawak yang yang menjadi suaminya ditinggal begitu saja di sudut kamar. Ia segera tertidur pulas. Namun di tengah malam ketika ia terjaga, ia kaget bukan kepalang. di sampingnya telah berbaring sorang seorang pemuda tampan.
Ia memekik sekuat-kuatnya. Para pengawal istana segera memriksa ke dalam putri bungsu namun setelah di jumpai tidak ada satupun yang dilihat kecuali seekor Biawak tersebut.Lalu semua pengawalpun pergi karena menganggap sudah aman. Namun Putri Bungsu masih terheran-heran. Ia yakin sedang tidak bermimpi. Tapi kemana ya perginya pemuda tampan itu.
Pada malam ketiga sebelunya putri untuk tdak tidur pada siang harinya dengan pulas agar nanti malam ia bisa bangun dengan pura-pura tidur nyenyak. Ternyata benar tidak lama kemudian terasa ada benda berat merebahkan diri disampingnya. Putri bungsu segera membalik. Benar saja pemuda yang dua malam berturut-turut hadir di kamarnya kini malah makin berani mendekatinya.
Dengan mata beringas putri Bungsu berkata," Hai lelaki asing ! sungguh kau tak tahu malu, berani masuk ke kamar orang. walau suamiku seekor binatang ia jauh lebih baik dibanding kau yang tidak tahu tatakrama !"
Habis memaki-maki putri bungsu langsung menghunuskan pisau ke arahnya tiba-tiba dengan mudahnya lelaki itu menagkisnya sehingga pisau itu terlempar ke lantai. Kini sang putri malah berada didalam rangkulan ketat si pemuda tampan.
"Sabar istriku sebenarnya aku adalah suamimu sendiri karena waktu itu ada beberapa hal akhirnya aku dikutuk oleh dewa senhingga menjadi seekor biawak."
Putri bungsu langsung menganguk-angguk mendengar penuturan lelaki itu. ketika rangkulan pemuda di lepaskan. Putri Bungsu segera melompat ke sudut kamar, di sana ia menemukan kulit biawak. Sarungan yang biasa dimasuki suaminya itu segera dibawa ke luar istana. Lalu dibakar sampai hangus musnah. Lalu ia kembali ke kamarnya lagi. Di sana ia mendapati seorang perjaka tampan yang lagi gerah, karena sarungan yang biasa dia pakai kini hangus terbakar, selanjutnya ia pulih sedia kala.
Keajaiban itu membuat iri keenam saudaranya. Hampir bersamaan mereka menyuruh suaminya untuk berdagang yang jauh. Lalu mereka memelihara seekor biawak liar di dalam kamarnya. Mereka berharap kejadian serupa yang dialami adiknya.
Tapi apa yang terjadi? di malam pertama mereka sudah menjerit-jerit kesakitan karena di gigit oleh biawak liar tersebut. Akhirnya biawak itu dibuang ke sungai.
Esok harinya mereka bersama-sama menemui adik mereka tercinta yaitu si Putri Bungsu. Mereka merangkul adiknya dengan penuh rasa haru. Mereka sadar bahwa adiknya itu bersuamikan Biawak bukan karena keinginan sendiri melainkan demi berbakti dan menjaga kehormatan ayahandanya. Niat tulus itu akhirnya membuahkan nasib yang baik dan membahagiakan Putri Bungsu.

Cerita Kalimantan - Cerita Minyak Kuyang

Room Cerita Rakyat,


Berbagi info dari blog : JuriRakyat

Cerita-Kalimantan-Cerita-minyak-kuyang

minyak Kuyang atau kawiyang sangat terkenal, sampai-sampai banyak orang yang mencari benda langka ini. Selain sebagai pesugihan, minyak kuyang ini juga ditengarai dapat membuat pemiliknya awet muda dan beberapa khasiat keguanaan lainnya. Minyak Kawiyang memiliki nama berbeda disetiap wilayah Kalimantan, ada yang menyebutnya minyak kuyang, ada juga yang menamainya sebagai minyak Sumbulik

Ada cerita yang melatarbelakangi asal muasal minyak kuyang ini, ketika jaman dahulu pernah hidup seorang janda cantik dengan empat orang saudaranya, dengan nama Camariah, Dandaniah, Tambuniah dan Uraniah. Kecantikan paras wanita ini semakin lama semakin bertambah cantik, namun tidak ada satupun para lelaki yang langgeng membina rumahtangga dengan mereka. Karena setiap kali dinikahi, tak berapa lama pasti akan bercerai.

Ketika hendak meninggal dunia, datanglah 99 lelaki yang pernah menjadi suami mereka. Para suami tersebut menangis dan merasa bersalah karena telah bercerai dan meninggalkannya.

Ketika suasana sedih tersebut, ada suara gaib yang membisikkan bahwa wanita yang akan meninggal tersebut memiliki “cupu” alias guci kecil yang berisi minyak untuk dibagi-bagikan kepada 99 orang lelaki tersebut untuk “dipelihara” dan sebagai kenang-kenangan Suara gaib tersebut membisikkan juga bahwa minyak dalam guci tersebut memiliki khasiat.

Setelah itu, 99 lelaki tersebut membawa minyak dalam guci kecil tersebut ke kampung mereka masing-masing dan akhirnya tersebar kemana-mana hingga kini. Minyak dalam cupu tersebut kemudian oleh penduduk dinamakan Minyak Kawiyang, Minyak Sumbulik atau Minyak Kunyang. Minyak Kuyang tersebut memiliki lima macam warna dan berbeda juga khasiatnya.
Minyak Kuyang pertama berwarna Hitam, khasiatnya untuk ilmu kebal, tahan terhadap tebasan benda tajam atau tertembak peluru musuh. Khasiat atau apuah lainnya, adalah pemiliknya dapat menghilang dengan cepat dan tanpa jejak.

Minyak Kuyang kedua berwarna merah, khasiat yang dimilikinya adalah untuk ilmu meringankan tubuh, dapat berlari cepat secepat kilat, dan dapat memanggil dan memerintahkan para jin untuk mengikuti perintah yang diberikan si empunya minyak kuyang merah ini. Minyak Kuyang ketiga berwarna Hijau, dengan khasiat dapat membuat dan mengirimkan ilmu santet, teluh, atau parangmaya kepada orang lain yang dikehendaki.

Minyak berwarna hijau ini juga dapat dipakai sebagai minyak untuk awet muda. Caranya, minyak tersebut dipoleskan di leher, kemudian leher yang telah dioles minyak kuyang ini akan terlepas dari raga pemiliknya dan terbang mencari korban untuk dihisap darahnya.Biasanya korban yang dicari adalah wanita yang akan melahirkan. Karena darah yang keluar dari proses persalinan akan mengeluarkan darah yang banyak. Kebanyakan yang belajar ilmu sesat ini adalah para wanita, yang pada siang hari, selalu melilitkan selendang atau penutup kepala pada leher mereka agar bekas olehan minyak kuyang ini tidak terlihat oleh orang lain.

Dan tanda-tanda wanita dengan melilitkan selendang atau penutup kepala pada leher mereka ini masih banyak ditemukan di desa-desa di Kaltim. Orang yang memiliki ilmu Kuyang ini sangat takut dengan bau bawang merah atau bawang putih. Jika ada orang yang dicurigai memiliki ilmu kuyang ini, kupas saja bawang sebanyak-banyaknya, kemudian kulitnya dibakar. Dijamin sang pemilik ilmu hitam ini akan memohon untuk tidak mengupas dan membakar kulit bawang lagi karena air mata mereka akan bertetesan.

Jika ingin mengirimkan santet atau teluh dari jarak jauh, minyak kuyang hijau ini cukup dioleskan pada jarum, paku atau pecahan kaca, lalu diperintahkan untuk menyerang orang yang diinginkan. Jarum, paku atau pecahan kaca tersebut akan secara gaib masuk ke dalam urat nadi dan pembuluh darah orang yang akan diserang. Minyak Kuyang selanjutnya berwarna Kuning, khsiatnya untuk menundukkan hati para perempuan supaya dapat jatuh cinta dan mengikuti keinginan si pemilik minyak kuyang ini.

Caranya cukup dengan mengoleskan ke ujung jari, kemudian digosok-gosokkan ke telapak tangan, untuk selanjutnya dikenakan kepada wanita yang dimaksud. Minyak Kuyang kelima berwarna Putih, khasiatnya sebagai pelarisan alias sebagai saranan untuk mendatangkan uang secara gaib.

Caranya, uang yang hendak dibelanjakan terlebih dahulu dioleskan minyak tersebut. Ketika sudah dibelanjakan, secara gaib uang tersebut akan kembali lagi kepada pemiliknya. Agar mendapatkan uang yang banyak, biasanya uang yang telah dioleskan uang tersebut dibelanjakan untuk membeli emas. Uangnya kembali dan emasnya dapat dijual kembali.

Semua jenis minyak Kuyang tersebut dijaga oleh jin masing-masing. Konon, minyak kuyang berwarna hitam dijaga oleh jelmaan jin wanita janda. Sementara, minyak-minyak lainnya dijaga oleh jin jelmaan saudara wanita janda yang masing-masing bernama Camariah, Dandaniah, Tambuniah, dan Uraniah tersebut.Selain itu, setiap waktu tertentu, biasanya setiap tahun, minyak kuyang tersebut harus diberi “makan” berupa sesaji sesuai fungsinya masing-masing.

Minyak kuyang berwarna hitam tiap tahun harus makan darah ayam hitam atau cemeni dan nasi ketan.

Minyak Kuyang berwarna merah dan hijau selalu menginginkan darah yang berasal dari jari manis manusia dan air tebu merah.

Kalau minyak kuyang berwarna putih dan yang berwarna kuning setiap waktunya akan meminta serbuk emas.

Meletakkan minyak kuyang ini pun tidak sembarangan, karena harus diletakkan dalam ruangan yang tidak terdapat cermin atau kaca dan harus ada lubang besar terbuka.

Minyak kuyang biasanya diempatkan dalam sebuah guci kecil yang dikenal dengan nama cupu. Cupu inipun bukan sembarang cupu, karena harus cupu yang “retak seribu” alias cupu yang telah berusia puluhan.


Baca Juga : Manusia Ular

Cerita Semangka Emas

Room Cerita Rakyat,


Berbagi Info dari Blog : Kumpulan Cerita Rakyat



cerita-semangka-emas


Pada zaman dahulu kala di daerah Sambas hidup seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai dua orang anak laki-laki yang diberi nama Muzakir dan adiknya bernama Dermawan. Sesuai dengan namanya Muzakir sangatlah tamak dan kikir. Setiap hari kerjanya hanya menumpuk kekayaan dan tidak peduli pada orang-orang miskin yang hidup disekitarnya. Sebaliknya, Dermawan tidak rakus akan uang dan kemewahan serta selalu bersedekah pada para fakir miskin.
Suatu hari, sang saudagar membagi rata hartanya pada kedua anaknya, Muzakir dan Dermawan. Maksudnya, adalah agar kalau dia meninggal nanti kedua anaknya tidak akan saling iri dan memperebutkan harta kekayaannya. Ketika harta telah dibagikan, karena kikir, Muzakir langsung membeli sebuah peti besi dan menaruh uang bagiannya ke dalam peti tersebut lalu dikunci rapat-rapat. Jika ada orang yang meminta bantuan keuangan, bukannya memberi malah menyuruh penjaganya untuk mengusir orang tersebut.

Lain halnya dengan Dermawan yang selalu menyambut dengan senang hati orang-orang miskin yang ingin meminta bantuannya. Mereka selalu dijamu dengan makanan dan sebelum pulang diberi sedikit uang untuk bekal hidup. Hal ini membuat harta Demawan cepat habis alias bangkrut sehingga tidak mampu lagi membiayai operasionalisasi rumahnya yang besar. Dermawan akhirnya pindah ke rumah yang lebih kecil dengan fasilitas cukup sederhana. Namun, dia tetap senang dengan hidup yang demikian.

Suatu ketika, saat Dermawan duduk di teras rumahnya untuk melepas lelah, tiba-tiba jatuhlah seekor burung pipit. Karena penasaran, Dermawan lalu mengambil burung pipit tersebut untuk memeriksa keadaannya. Setelah diperiksa, ternyata sayapnya patah sehingga sulit untuk terbang lagi. Dermawan lalu membawanya ke dalam rumah untuk diobati dengan cara membalut salah satu sayapnya agar dapat tersambung lagi.

Beberapa hari kemudian, sang pipit mulai dapat mengibas-ngibaskankan sayapnya. Dan setelah merasa sembuh, ia pun terbang kembali seperti biasanya. Keesokan harinya sang pipit datang lagi pada Dermawan sambil membawa sebutir biji tanaman di paruhnya. Mungkin biji itu adalah sebagai ungkapan terimakasih pada Dermawan yang telah sudi menolong dan merawatnya hingga sembuh. Oleh Dermawan, biji itu lalu dibawa ke pekarangan belakang rumahnya untuk ditanam.

Tidak sampai seminggu kemudian, biji pemberian burung pipit tumbuh menjadi sebuah pohon semangka. Karena dirawat setiap hari, pohon semangka tumbuh besar dan banyak bunganya. Berdasarkan banyaknya bunga yang tumbuh, Dermawan mengira kalau pohon itu akan berbuah banyak sehingga ia dapat menyedekahkan sebagian buahnya bagi kaum miskin yang tinggal di sekitarnya.

Tetapi anehnya, dari sekian banyak bunga tersebut hanya satu bunga saja yang akhirnya menjadi buah dengan ukuran luar biasa besar, jauh lebih besar dari semangka pada umumnya. Setelah dirasa cukup masak, Dermawan berusaha memetiknya. Namun, karena ukurannya yang luar biasa, dia harus bersusah payah dahulu untuk dapat memetik dan membawanya ke dalam rumah.

Ketika telah berada di rumah, Dermawan segera membelahnya menggunakan pisau. Dan, alangkah terkejutnya dia ketika semangka terbelah yang tampak bukanlah daging buah berwarna merah, melainkan emas murni dalam bentuk butiran pasir berwarna kuning. Dermawan langsung berlari kegirangan keluar untuk menemui burung pipit yang setiap hari bertengger di depan rumahnya.

“Terima kasih burung pipit! Terima kasih,” teriak Dermawan kegirangan.

Sang burung hanya mencicit sebagai tanda balasan lalu terbang tanpa pernah kembali lagi.

Selanjutnya, butiran emas murni itu ditampung Dermawan dalam sebuah karung untuk dijual di pasar. Hasil penjualannya dibelikan sebuah rumah besar dengan pekarangan luas sekali dan juga sebuah kebun untuk bercocok tanam mencari nafkah. Lama-kelamaan usaha Dermawan maju sehingga dapat bersedekah lagi pada orang-orang miskin yang tinggal di sekitarnya.

Kebangkitan usaha Dermawan rupanya membuat sang kakak iri hati. Muzakir lalu pergi ke rumah adiknya untuk mengetahui bagaimana Dermawan dapat kembali makmur seperti ketika baru mendapat harta warisan dari orang tua. Oleh karena Dermawan orang yang jujur, tanpa harus didesak dia pun lantas menceritakan seluruh peristiwa yang membuatnya dapat kembali bangkit dari keterpurukan.

Setelah mendapatkan informasi lengkap dari Dermawan, Muzakir langsung pulang dan memerintahkan para bawahannya mencari burung yang sayap atau kakinya patah. Namun hingga satu minggu pencarian, tak seekor burung malang pun yang berhasil ditemukan. Muzakir yang cepat putus asa segera membuat jalan pintas dengan memerintahkan seorang bawahannya untuk menangkap burung menggunakan apitan. Walhasil, seekor burung pipit pun dapat tertangkap dengan sayap patah terkena apitan.

Muzakir segera membawa burung itu untuk dirawat dan diobati seperti Dermawan merawat dan mengobati burung pipit yang memberinya emas. Tetapi perawatan yang diberikan Muzakir bukanlah atas dasar belas kasihan yang tulus, melainkan karena ingin memperoleh pasir emas seperti yang didapatkan Dermawan.

Beberapa hari kemudian sayap burung telah pulih dan segera dilepaskan kembali dengan harapan si burung berterima kasih dan memberinya sebutir biji semangka. Perkiraan Muzakir ternyata benar adanya karena keesokan harinya sang burung datang dengan membawa sebutir biji semangka. Muzakir menerima biji itu dengan sangat gembira dan langsung menanamnya di kebun. Singkat cerita, biji pun tumbuh menjadi pohon semangka yang berdaun rimbun, berbunga banyak walau akhirnya hanya satu saja yang tumbuh besar melebihi buah yang dihasilkan dari pohon semangka milik Dermawan.

Ketika dipanen, karena ukurannya sangat besar dibutuhkan dua orang bawahan Muzakir untuk memetik dan membawanya ke dalam rumah. Muzakir yang sudah tidak sabar lagi segera mengambil parang untuk membelah semangka yang telah ditelakkan oleh bawahannya di atas meja. Namun, baru saja semangka itu terbelah, bukanlah pasir emas yang keluar, melainkan lumpur hitam bercampur kotoran yang menyembur ke muka hingga pakaian Muzakir serta permadani mahal yang ada di ruangan itu. Muzakir pun kaget dan langsung berlari ke jalan raya sambil menjerit-jerit sehingga orang-orang yang melihatnya menjadi tertawa terbahak-bahak sambil bertepuk tangan dengan riuhnya.

Jangan Lupa Baca Juga kisah : Roro Jonggrang

Cerita Roro Jonggrang


Room Cerita Rakyat,


Berbagi Info dari Blog : Kaskus

Cerita-Roro-Jonggrang


pada zaman dahulu kala, berdiri sebuah kerajaan yang sangat besar yang bernama Prambanan. Rakyat Prambanan sangat damai dan makmur di bawah kepemimpinan raja yang bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di wilayah sekitar Prambanan juga sangat tunduk dan menghormati kepemimpinan Prabu Baka.

Sementara itu di lain tempat, ada satu kerajaan yang tak kalah besarnya dengan kerajaan Prambanan, yakni kerajaan Pengging. Kerajaan tersebut terkenal sangat arogan dan ingin selalu memperluas wilayah kekuasaanya. Kerajaan Pengging mempunyai seorang ksatria sakti yang bernama Bondowoso. Dia mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung, sehingga Bondowoso terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso. Selain mempunyai senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga mempunyai bala tentara berupa Jin. Bala tentara tersebut yang digunakan Bandung Bondowoso untuk membantunya untuk menyerang kerajaan lain dan memenuhi segala keinginannya.

Hingga Suatu ketika, Raja Pengging yang arogan memanggil Bandung Bondowoso. Raja Pengging itu kemudian memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Keesokan harinya Bandung Bondowoso memanggil balatentaranya yang berupa Jin untuk berkumpul, dan langsung berangkat ke Kerajaan Prambanan.

Setibanya di Prambanan, mereka langsung menyerbu masuk ke dalam istana Prambanan. Prabu Baka dan pasukannya kalang kabut, karena mereka kurang persiapan. Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan, dan Prabu Baka tewas karena terkena senjata Bandung Bondowoso.

Kemenangan Bandung Bondowoso dan pasukannya disambut gembira oleh Raja Pengging. Kemudian Raja Pengging pun mengamanatkan Bandung Bondowoso untuk menempati Istana Prambanan dan mengurus segala isinya,termasuk keluarga Prabu Baka.

Pada saat Bandung Bondowoso tinggal di Istana Kerajaan Prambanan, dia melihat seorang wanita yang sangat cantik jelita. Wanita tersebut adalah Roro Jonggrang, putri dari Prabu Baka. Saat melihat Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso mulai jatuh hati. Dengan tanpa berpikir panjang lagi, Bandung Bondowoso langsung memanggil dan melamar Roro Jonggrang.

“Wahai Roro Jonggrang, bersediakah seandainya dikau menjadi permaisuriku?”, Tanya Bandung Bondowoso pada Roro Jonggrang.

Mendengar pertanyaan dari Bandung Bondowoso tersebut, Roro Jonggrang hanya terdiam dan kelihatan bingung. Sebenarnya dia sangat membenci Bandung Bondowoso, karena telah membunuh ayahnya yang sangat dicintainya. Tetapi di sisi lain, Roro Jonggrang merasa takut menolak lamaran Bandung Bondowoso. Akhirnya setelah berfikir sejenak, Roro Jonggrang pun menemukan satu cara supaya Bandung Bondowoso tidak jadi menikahinya.

“Baiklah,aku menerima lamaranmu. Tetapi setelah kamu memenuhi satu syarat dariku”,jawab Roro Jonggrang.

“Apakah syaratmu itu Roro Jonggrang?”,Tanya Bandung Bandawasa.

“Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam”, Jawab Roro Jonggrang.

Mendengar syarat yang diajukan Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso pun langsung menyetujuinya. Dia merasa bahwa itu adalah syarat yang sangat mudah baginya, karena Bandung Bondowoso mempunyai balatentara Jin yang sangat banyak.

Pada malam harinya, Bandung Bandawasa mulai mengumpulkan balatentaranya. Dalam waktu sekejap, balatentara yang berupa Jin tersebut datang. Setelah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, para balatentara itu langsung membangun candi dan sumur dengan sangat cepat.

Roro Jonggrang yang menyaksikan pembangunan candi mulai gelisah dan ketakutan, karena dalam dua per tiga malam, tinggal tiga buah candi dan sebuah sumur saja yang belum mereka selesaikan.

Roro Jonggrang kemudian berpikir keras, mencari cara supaya Bandung Bondowoso tidak dapat memenuhi persyaratannya.

Setelah berpikir keras, Roro Jonggrang akhirnya menemukan jalan keluar. Dia akan membuat suasana menjadi seperti pagi,sehingga para Jin tersebut menghentikan pembuatan candi.

Roro Jonggrang segera memanggil semua dayang-dayang yang ada di istana. Dayang-dayang tersebut diberi tugas Roro Jonggrang untuk membakar jerami, membunyikan lesung, serta menaburkan bunga yang berbau semerbak mewangi.

Mendengar perintah dari Roro Jonggrang, dayang-dayang segera membakar jerami. Tak lama kemudian langit tampak kemerah merahan, dan lesung pun mulai dibunyikan. Bau harum bunga yang disebar mulai tercium, dan ayam pun mulai berkokok.

Melihat langit memerah, bunyi lesung, dan bau harumnya bunga tersebut, maka balatentara Bandung Bondowoso mulai pergi meninggalkan pekerjaannya. Mereka pikir hari sudah mulai pagi, dan mereka pun harus pergi.

Melihat Balatentaranya pergi, Bandung Bondowoso berteriak: “Hai balatentaraku, hari belum pagi. Kembalilah untuk menyelesaikan pembangunan candi ini !!!”

Para Jin tersebut tetap pergi, dan tidak menghiraukan teriakan Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso pun merasa sangat kesal, dan akhirnya menyelesaikan pembangunan candi yang tersisa. Namun sungguh sial, belum selesai pembangunan candi tersebut, pagi sudah datang. Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat dari Roro Jonggrang.

Mengetahui kegagalan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang lalu menghampiri Bandung Bondowoso. “Kamu gagal memenuhi syarat dariku, Bandung Bondowoso”, kata Roro Jonggrang.

Mendengar kata Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso sangat marah. Dengan nada sangat keras, Bandung Bondowoso berkata: “Kau curang Roro Jonggrang. Sebenarnya engkaulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi ini. Oleh karena itu, Engkau aku kutuk menjadi arca yang ada di dalam candi yang keseribu !”

Berkat kesaktian Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang berubah menjadi arca/patung. Wujud arca tersebut hingga kini dapat disaksikan di dalam kompleks candi Prambanan, dan nama candi tersebut dikenal dengan nama candi Roro Jonggrang. Sementara candi-candi yang berada di sekitarnya disebut dengan Candi Sewu atau Candi Seribu.

Cerita Si pahit lidah serta si empat mata

Room Cerita Rakyat,

Berbagi Info dari blog : Kaskus


Cerita-rakyat-si-pahit-lidah-serta-si-empat-mata

Cerita Rakyat Si pahit lidah serta si empat mata  adalah cerita rakyat yang berasal dari Lampung dan merupakan salah satu cerita rakyat Indonesia yang popular di kalangan masyarakat Lampung. Cerita ini mengisahkan tentang dua orang yang sombong karena memiliki kelebihan dari orang lain. Pengajaran yang bisa di petik dari cerita ini adalah jangan menjadi orang yang sombong walaupun memiliki kelebihan dari orang lain. Berikut marilah kita simak bersama cerita rakyat dari Lampung yang berjudul Si Pahit Lidah dan Si Empat Mata

Serunting adalah orang yang sakti mandraguna. Dia berasal dari Majapahit yang kemudian diusir dari istana lalu berkelana ke Sumatera. Adik ipar Serunting yang bernama Arya Tebing merasa iri dengan kesaktian Serunting. Dia lalu memujuk kakaknya untuk memberitahu di mana letak kelemahan Serunting. Karena rasa sayang kepada adiknya akhirnya istri Serunting memberi tahun letak kelemahan Serunting.
Setelah mengetahuinya Arya Tebing mengajak Serunting untuk adu kekuatan. Mereka pun berkelahi, ketika itu Arya Tebing menusuk Serunting di tempat kelemahannya. Serunting terluka parah dan kemudian mengasingkan diri di Gunung Siguntang. Dalam pengasingannya Serunting mengobati lukanya dan tidak jemu berdoa pada Tuhan agar mengembalikan kesaktiannya. Karena ketekunan Serunting akhirnya dia diberi kelebihan bahwa apapun yang diucapkannya menjadi kenyataan.
Pada suatu hari Serunting sedang berjalan-jalan di sebuah kampung. Masyarakat kampung tersebut sedang menanam padi. Hamparan sawah yang menguning sangat indah di pandang mata. Namun Serunting malah mengatakan bahwa itu bukan sawah melainkan hamparan batu. Ketika itu tiba-tiba saja ucapan Serunting menjadi kenyataan. Melihat hal itu warga menjuluki Serunting dengan julukan Si Pahit Lidah. Masyarakat tidak ada yang berani melawan Si Pahit Lidah karena mereka takut terkena kutukannya. Si Pahit Lidah menjadi sombong dan kasar sehingga warga tidak menyukai dirinya.
Kesaktian Si Pahit Lidah terdengar oleh Si Empat Mata seorang yang juga memiliki kesaktian dari negeri India. Si Empat Mata merasa tersaingi kesaktiannya dan bermaksud untuk menantang Si Pahit Lidah. Kemudian dia berlayar menuju Sumatera untuk menemui Si Pahit Lidah. Ketika bertemu Si Empat Mata menantang Si Pahit Lidah untuk berkelahi. Berhari-hari mereka berkelahi dan mengeluarkan seluruh kesaktiannya namun tidak ada yang menang atau kalah.

Ketika itulah seorang tetua kampung mengajukan pertandingan untuk kedua orang tersebut. Meraka harus memakan buah aren yang tersedia. Si Pahit Lidah mendapat giliran pertama untuk memakan buah tersebut. Dengan sombong Si Pahit Lidah memakan buah aren itu sambil berfikir karena tidak mungkin dia akan mati dengan buah sekecil itu. Namun apa yang terjadi Si Pahit Lidah menggelepar lalu mati. Melihat Si Pahit Lidah mati Si Empat Mata merasa senang karena sekarang dialah orang yang paling sakti di negeri itu. Namun, Si Empat Mata merasa aneh karena Si Pahit Lidah bisa mati hanya dengan sebiji buah aren. Si Empat Mata lalu menimang-nimang buah aren sisa Si Pahit Lidah, dia memakan buah aren tersebut dan tidak lama kemudian Si Empat Mata menggelepar lalu mati. Akhirnya mereka berdua mati dengan kesombongan sendiri lalu keduanya di makamkan di Danau Ranau.
Cerita Rakyat Si Pahit Lidah dan Si Empat Mata menceritakan tentang kesombongan akan mengakibatkan celaka pada diri sendiri.

Baca Juga : Batu Menangis


Cerita Batu Menangis

Room Cerita Rakyat,


Berbagi Info dari Blog : Lokerseni


cerita-batu-menangis

Disebuah bukit yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya.
Anak gadis janda itu sangat cantik jelita. Namun sayang, ia mempunyai prilaku yang amat buruk. Gadis itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek setiap hari.
Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaannya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan keadaan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.
Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu amat jauh, sehingga mereka harus berjalan kaki yang cukup melelahkan. Anak gadis itu berjalan melenggang dengan memakai pakaian yang bagus dan bersolek agar orang dijalan yang melihatnya nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berjalan dibelakang sambil membawa keranjang dengan pakaian sangat dekil. Karena mereka hidup ditempat terpencil, tak seorangpun mengetahui bahwa kedua perempuan yang berjalan itu adalah ibu dan anak.
Ketika mereka mulai memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begitu terpesona melihat kecantikan anak gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun ketika melihat orang yang berjalan dibelakang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu membuat orang bertanya-tanya.
Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mendekati dan bertanya kepada gadis itu, "Hai, gadis cantik. Apakah yang berjalan dibelakang itu ibumu?"
Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
"Bukan," katanya dengan angkuh. "Ia adalah pembantuku !"
Kedua ibu dan anak itu kemudian meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan bertanya kepada anak gadis itu.
"Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?"
"Bukan, bukan," jawab gadis itu dengan mendongakkan kepalanya. " Ia adalah budakk!"
Begitulah setiap gadis itu bertemu dengan seseorang disepanjang jalan yang menanyakan perihal ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.
Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih dapat menahan diri. Namun setelah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang amat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat menahan diri. Si ibu berdoa.
"Ya Tuhan, hamba tak kuat menahan hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia...."
Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.
" Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini. Ibu...Ibu...ampunilah anakmu.." Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu akhirnya berubah menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut " Batu Menangis ".
Demikianlah cerita berbentuk legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, pasti perbuatan laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Baca Juga Cerita di Room Lainnya : Danau Toba
 
Room : Room 1 | Room.SO.T | Room BO
Copyright © 2011. ROOM PENGETAHUAN - All Rights Reserved
Room Pengetahuan Room.SO.T Published by Room Pengetahuan
Room.BO Blogger